| Dwi Panca Agustini

Kamis, 28 Maret 2013

TUGAS SOFTSKILL

Diposting oleh Dwi Panca Agustini di 06.07 0 komentar

                                    Tugas B.Inggris

Liabilities
            Liability is a responsibility that has to be borne by the company as the consequence from work contract or the previous activities. Liabilities can be classified as short-period liabilities (current liabilities) and long period liabilities.
  • Short-period liabilities are the liabilities that have to be paid in one year period or less than a year. Short period liabilities come from the company normal business and non-business activities. Short period liabilities usually paid by current liabilities. 
  • Long term liabilities are the liabilities that have period more than a year to be paid.  Long period liabilities including obligation and long period bank liabilities. Conversely, a long-term liability is expected to not be fully paid off within one year (like a 5 year bank loan, for example). Bank liabilities, mortgage liabilities and obligation liabilities can be classified as long period liabilities.

Assets
            Assets are a company’s wealth to run its activities. Current assets are those that form part of the circulating capital of a business. They are replaced frequently or converted into cash during the course of trading. The most common current assets are stocks, trade debtors, and cash. Property can be classified as current assets and fixed assets. Assets can be physical things or right that has economic value.
  • Current asset. Current asset can be defined as cash/ cash on bank and any assets that can be changed into money easily. Current assets including cash, notes receivable, “surat-surat berharga”, account receivable, supplies, equipment and prepaid expenses.
  • Fixed asset. Fixed assets can be defined as assets bought by the company with a high value to be used as company’s operational for more than one year period.
         Characteristic from fixed assets:
-          Used as company’s operational
-          Have economical time more than a year
-          Have high value relatively
Fixed assets can be categorized as tangible fixed assets and intangible fixed assets. The cost of fixed assets are all costs that have to be paid to get those fixed assets until it can be operated as it should be.

SIMPLE PRESENT 
1.    Short-period liabilities are the liabilities that have to be paid in one year period or less than a year.
(-) short-period liability are not  the liability that have to be paid in one year period or less than a year.
(?) are short priod liability the liability that have to be paid in one year priod or less than a year?
2.    Liability is a responsibility that has to be borne by the company as the consequence from work contract or the previous activities.
(-) liability is not a responsibility that has to be borne by the company as the consequence from work contract or the previous activity.
(?) is liability s responsibility that has to be borne by the company as the consequence from work contract or the previous activity
3.      Long period liabilities are the liabilities that have period more than a year to be paid. 
(-) long period liability are not the liability that has period more than a year to be paid
(?) are long period liability the liability that has period more than a year to be paid
4.      Assets are a company’s wealth to run its activities.
(-) assets are not company wealth to run its activities
(?) are asset companes wealth to run its activities
5.      The most common current assets are stocks, trade debtors, and cash. 
(-)the most common current asset are not strocks,trade debtors dan cash.
(?)are the most common current assets strocks, trade debtors dan cash.
6.     The cost of fixed assets are all costs that have to be paid to get those fixed assets until it can be operated as it should be.
(-)the cost of fixed assets are not all costes that have to be paid to get those fixed assets until it can be operated as it should be.
(?)are not the cost of fixed assets all costes that have to be paid to get those fixed assets until it can be operated as it should be.
7.   They are replaced frequently or converted into cash during the course of trading.
(-) they are not replaced frequently or converted into caash during the course of tranding.
(?) are they replaced frequently or converted into cash during the course or tranding
 8.  Long-term liability is expected to not be fully paid off within one year.
(+) long term liability is expected to be fully paid off within one year.
(?)  is long term liability expected to be fully paid off within one year.
9.   Current assets are those that form part of the circulating capital of a business. 
(-) current asset are not those that form part of the corculating capital of a business.
(?) are current asset those that form part of the circulating capital of a business?
10.  The salaries that are incurred but are not yet paid to employees.
(+) the salary that are incurred but are yet paid to employees.
(?) are the salary that incurred but are yet paid to employees.


Senin, 21 Januari 2013

Budaya Indonesia

Diposting oleh Dwi Panca Agustini di 19.43 0 komentar


                                             Budaya di Indonesia

        Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan dan lain-lain. Berikut ini salah satu contoh kebudayaan masyarakat yang beraneka ragam yang ada di indonesia.

A.                Masyarakat Papua

Didaerah papua ada sebuah tradisi yang hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras yang terkenal di Jepang), yaitu seseorang harus memotong salah satu jari mereka sebagai ungkapan penyesalannya. Pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia. Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anak yang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadian yang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.
Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringan yang terikat menjadi mati kemudian dipotong.
Didaerah papua juga terdapat sebuah tradisi unik dalam  menjaga ikatan persaudaraan dengan seluruh anggota keluarga maupun kerabat dekat mereka. sebagaimana ritual adat pada umumnya, Mansorandak pun menyelipkan dimensi mistik di dalamnya. Sebelum masuk rumah, anggota keluarga yang baru pulang harus melalui serangkaian prosesi, diantaranya mandi kembang berbagai rupa. Melalui prosesi mandi kembang yang ditaruh dalam wadah piring adat, diharapkan sang saudara yang baru pulang, akan terbebas dari roh-roh jahat yang mungkin saja ditanam atau dikirim oleh oleh orang-orang yang tidak senang terhadapnya di tempat perantauan. Ritual Mansorandak secara umum terbagi dalam 3 bagian, pertama prosesi penyambutan yang dilakukan di luar rumah. Pada bagian ini, anggota keluarga yang baru tiba, disambut oleh beberapa orang tua, bisa laki-laki maupun perempuan, untuk kemudian diantar ke pintu masuk, dimana telah menunggu seluruh keluarga besar. Selanjutnya anggota keluarga yang baru tiba dimandikan dengan air kembang yang ditaruh dalam piring adat berukuran besar. Dari situ, dimulai bagian kedua yakni prosesi mengitari piring adat dan injak ‘buaya’. Di sini, orang yang baru datang  digiring masuk ke sebuah ruangan khusus. Dalam ruangan itu  sudah ditempatkan 9 buah piring adat mulai dari ukuran kecil hingga ukuran terbesar.
Pada bagian kepala dari deretan piring itu, terbaring seekor buaya. Namun jangan kaget dulu, buaya yang ada di situ adalah buaya buatan dari tanah. Prosesi dimulai dengan menyiramkan air ke kaki anggota keluarga yang baru datang, sebagai tanda yang bersangkutan telah bebas dari pengaruh-pengaruh gaib. Setelah itu, dia bersama seluruh anggota keluarga lainnya melakukan prosesi mengitari piring adat sebanyak 9 kali. Angka 9 baik pada jumlah piring adat maupun jumlah putaran yang harus dilalui melambangkan jumlah marga (keret) dalam masyarakat suku Doreri. Ritual mengitari piring adat ini, diakhiri dengan acara injak ‘buaya’ oleh sang anggota keluarga yang baru datang. Hewan Buaya sebagai binatang buas yang bertubuh besar dan kuat melambangkan tantangan, penderitaan dan cobaan hidup yang akan menyertai jalan hidup kerabat mereka yang baru datang itu. Bagian ketiga yang merupakan bagian terakhir adalah prosesi makan bersama. Prosesi makan bersama ini pun memiliki ciri khas sendiri karena  makanan yang menjadi hidangan utama, seluruhnya  digantung menggunakan tali di bagian atas rumah.

B.                 Masyarakat Jawa 

Kepercayaan  Masyarakat Jawa asli yang bersifat transendental lebih cenderung kepada paham animisme dan dinamisme. Sedemikian kuatnya religi animisme dan dinamisme itu mengakar pada karakter asli masyarakat jawa, hingga ragam budaya dan kepercayaan apapun yang bersentuhan dengan religi jawa, tetap saja tidak banyak berpengaruh secara signifikan bagi perubahan esensial religi animisme dan dinamisme yang menjadi simbol kejawen tersebut.
Kepercayaan masyarakat jawa yang animisme dan dinamisme berawal ketika mereka menganggap tuhan adalah barang gaib yang berjarak jauh dan paling asing bagi mereka. Keadaan inilah yang membuat mereka masuk ke dalam sikap keagamaan yang disebut dengan deisme. Dengan menjauhkan Tuhan dari ruang lingkup insani, maka manusia terbawa oleh kecenderungan hatinya yang selalu dekat dengan hal ghaib selain Tuhannya. Misalnya dengan mempersonifikasikan Tuhan dalam bentuk alam semesta ini, yaitu matahari, bulan dan bumi, inilah yang disebut dengan proses mitologisasi alam. Sikap ini juga bisa dikatakan sebagai upaya konkritisasi hal-hal yang abstrak.
Model lain adalah dengan mengkhayalkannya sebagai penghuni pohon atau arwah para leluhur yang sering disebut dengan animisme dan manisme. Akhirnya daya ghaib dianggap bersemayam dalam benda alam seperti gunung, batu, air dan api inilah yang disebut dengan dinamisme.

C.                 Masyarakat Dayak Punan kuno

Punan adalah salah satu rumpun suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Dayak Punan juga tersebar di Sabah dan Serawak, Malaysia Timur yang menjadi bagian dari Pulau Kalimantan. Keadaan hidup primitif ini membawa mereka selalu berpindah pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dan terus menghindar dari kelompok manusia lain. Masyarakat punan sangat percaya bahwa roh yang meninggal akan bergentayangan membuat mereka tak akan merasa tenteram.  Orang Punan sangat ditakuti oleh suku lainnya karena merupakan suku yang berani dan berilmu tinggi. Mereka memiliki kelebihan insting dalam berburu dengan kecepatan luar biasa. Selain itu masyarakat suku punan termasuk dalam kategori suku kanibal karena mempunyai kebiasaan memenggal, memakan hati dan isi perut lawannya adalah hal yang lumrah mereka lakukan. Mereka juga punya kebiasaan memakan bagian punggung kanan musuhnya yang tewas dalam perang karena bagian tubuh itulah yang diyakini paling enak dimakan.

Kesimpulan
          Dari bahasan-bahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam kebudayaan dan kepercayaan. Budaya indonesia haruslah dijaga agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Selain itu kita harus saling toleransi tentang kepercayaan yang dianut oleh setiap masyarakat, dan menganggap kebudayaan dan kepercayaan yang  berbeda-beda menjadi sebuat ciri has negara kita.
              

Kamis, 15 November 2012

PRODUCT DAN MERK

Diposting oleh Dwi Panca Agustini di 05.43 1 komentar

PRODUCT DAN MERK 


            Pada wacana kali ini saya akan membahas mengenai suatu produk yang menurut saya luar biasa dan akan berguna untuk jangka waktu yang panjang. Pada pembahasan ini  saya memilih produk yang berhubungan dengan suatu alat transportasi yang bermanfaat. Product yang saya pilih yaitu sepeda. Sepeda merupakan suatu alat transportasi yang tidak menggunakan mesin maupun bbm. Salah satu sepeda yang terkenal dan menurut saya dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang yaitu Sepeda Polygon.
       Polygon merupakan merk sepeda buatan indonesia yang letak di wanugasih,bunduran sidoarjo jawa timur. Pada awalnya hanya sebuah pabrik biasa yang menerima pesanan industri lain menjadi pabrik sepeda yang memproduksi desainnya sendiri. Sepeda buatan PT Insera Sena ini sudah di produksi lebih dari 20tahun dan di ekspor setidaknya 30 negara di dunia. Bahkan dalam proses perakitan sepeda ini menggunakan 50%-60% bahan lokal, khususnya untuk bagaian rangkanya. Yang membuat saya semakin menyukai Sepeda Polygon yaitu ketika saya mengetahui kunci utama keberhasilan Bapak Soejanto Widjaja dalam merintis usaha sepedanya yaitu keharusan fokus dari awal dan pemusatan kosentrasi yang baik kemudian diikuti dengan kuatnya disiplin untuk mengembangkan diri setelah itu diperlukan kreatifitas untuk membangun citra dan nilai positif. Berkat ketiga kata kunci tersebut sekarang polygon sudah menjadi merk sepeda yang terkenal di beberapa negara, bahkan sepanjang waktu polygon terus menciptakan beraneka ragam produk-produk sepeda yang unik dan menarik. Berikut ini macam-macam sepeda polygon yang akan tren di masa depan nanti yaitu: Sepeda Transformer, Sepeda Ramah Lingkungan, Sepeda Ultra Ringan, Sepeda Kursi Malas dan lain-lain.
 

Dwi Panca Agustini

Copyright© All Rights Reserved by Dwi Panca agustini